Gempa bumi dengan kekuatan awal 4,8 melanda dekat Gunung Fuji di Prefektur Yamanashi pada Jumat pagi, tetapi tidak ada laporan awal tentang cedera atau kerusakan serius pada infrastruktur.

Gempa terjadi sekitar pukul 06:37, tercatat 5 lebih rendah pada skala intensitas seismik Jepang 7 di Otsuki di bagian timur prefektur dan 4 di beberapa wilayah Prefektur Kanagawa, dekat Tokyo, termasuk Sagamihara dan Atsugi, Badan Meteorologi Jepang kata agensi.

Badan tersebut mengatakan tidak ada ancaman tsunami setelah gempa, yang juga dirasakan di beberapa bagian Tokyo. Tetapi memperingatkan bahwa gempa dengan intensitas yang sama dapat terjadi dalam waktu seminggu.

Pusat gempa di area Lima Danau Fuji di sekitar kaki utara Gunung Fuji berada pada kedalaman sekitar 19 kilometer, katanya.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 4,1 dan 3,6 SR terjadi masing-masing pada pukul 02:18 dan 02:23 di wilayah yang sama. Gempa berkekuatan 4,1 tercatat 4 pada skala intensitas Jepang.

Shinya Tsukada, seorang pejabat badan tersebut, mengatakan pada konferensi pers bahwa “tidak ada perubahan khusus” pada data pengamatan vulkanik di gunung setinggi 3.776 meter, puncak tertinggi di Jepang.

Beberapa kereta berjalan dengan kecepatan yang dikurangi setelah gempa M4.8, tetapi tidak ada gangguan lalu lintas besar yang dilaporkan. Kereta peluru Shinkansen berjalan seperti biasa, sementara batas kecepatan di bagian Jalan Tol Chuo yang melewati Prefektur Yamanashi diturunkan menjadi 50 km per jam.

Menurut TEPCO Power Grid Inc., sekitar 600 rumah tangga di Fujikawaguchiko di Prefektur Yamanashi mengalami pemadaman listrik.

Dalam perkembangan terpisah, gempa dengan kekuatan awal 5,4 mengguncang prefektur barat Jepang Wakayama dekat Osaka pada Jumat pagi, tetapi tidak ada ancaman tsunami, kata badan cuaca itu.

Gempa itu terjadi sekitar pukul 09:28 pagi, tercatat lebih rendah 5 skala Jepang dari 7 di prefektur Gobo, katanya.

© KYODO