Pemerintah Jepang akan membekukan aset yang dimiliki oleh empat bank Rusia lainnya menyusul sanksi keuangan terbaru Uni Eropa terhadap Moskow yang diberlakukan sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina, Menteri Keuangan Shunichi Suzuki mengatakan Kamis.

Langkah itu dilakukan sehari setelah UE mengatakan para anggotanya setuju untuk mengecualikan tujuh bank Rusia dari jaringan pembayaran internasional utama yang dikenal sebagai SWIFT untuk mengganggu perdagangan dan transfer uang Rusia. Tokyo sudah memutuskan untuk membekukan aset yang dimiliki oleh tiga bank lainnya.

Dengan membekukan aset bank-bank yang terkena sanksi Uni Eropa, Jepang berusaha untuk bekerja sama dengan negara lain untuk memastikan efektivitas langkah-langkah untuk memblokir Rusia dari SWIFT.

Suzuki mengatakan kepada wartawan bahwa Jepang mendukung keputusan UE dan “akan dengan tegas menerapkan (sanksi) dengan anggota Kelompok Tujuh lainnya.” Pembatasan Jepang akan diterapkan pada 2 April, menurut Kementerian Keuangan.

Keempat bank tersebut adalah bank terbesar kedua Rusia VTB Bank, Bank Otkritie, Sovcombank dan Novikombank. Bank-bank tersebut memiliki hubungan dekat dengan pemerintah Rusia, menurut kementerian tersebut.

Selain bank, pemerintah pada hari Kamis membekukan aset 18 pejabat Rusia lainnya, tujuh pejabat tinggi Belarusia termasuk Presiden Aleksandr Lukashenko dan Menteri Pertahanan Viktor Khrenin, dan dua organisasi di negara itu, yang telah berfungsi sebagai titik masuk bagi pasukan Moskow untuk menyerang. Ukraina.

Pemerintah juga mengatakan akan memberlakukan langkah-langkah kontrol ekspor yang lebih ketat untuk Belarus.

Amerika Serikat dan Uni Eropa mengatakan akhir pekan lalu sejumlah bank Rusia terpilih akan dihapus dari SWIFT, dengan Perdana Menteri Fumio Kishida kemudian berjanji bahwa Jepang akan bergabung dengan upaya hukuman.

Uni Eropa mengatakan pada hari Rabu bahwa tujuh bank akan dikeluarkan dari jaringan yang disediakan oleh Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication, yang berkantor pusat di Belgia, pada 12 Maret.

SWIFT menghubungkan lebih dari 11.000 bank, lembaga keuangan lain, dan perusahaan di lebih dari 200 negara dan wilayah, menurut situs webnya.

© KYODO