Kanselir Angela Merkel menginginkan “tindakan yang sangat cepat” untuk melawan penyebaran mutasi COVID-19, katanya dalam pertemuan pejabat tinggi dari partainya pada Kamis setelah Jerman mencatat rekor jumlah kematian akibat virus corona.

Merkel juga mengatakan kepada para pejabat senior Demokrat Kristen bahwa dia ingin mengadakan pertemuan dengan para pemimpin daerah yang direncanakan pada 25 Januari, dan bahwa tindakan yang lebih keras harus dibahas, kata para peserta pertemuan tersebut.

“Virus hanya dapat dihentikan dengan upaya tambahan,” para peserta mengutip ucapannya.

Sementara total kematian per kapita Jerman sejak dimulainya pandemi tetap jauh lebih rendah daripada di Amerika Serikat, kematian per kapita hariannya sejak pertengahan Desember seringkali melebihi angka AS.

Jumlah kematian harian Jerman saat ini setara dengan sekitar 15 kematian per juta orang, dibandingkan dengan jumlah kematian di AS yang mencapai 13 kematian per juta.

Robert Koch Institute (RKI) melaporkan 25.164 kasus virus korona baru dan 1.244 kematian, menjadikan total korban tewas Jerman sejak dimulainya pandemi menjadi 43.881.

Harian penjualan massal Bild melaporkan bahwa Merkel ingin menutup layanan transportasi umum, tetapi peserta di pertemuan lain membantahnya dan melaporkannya dengan mengatakan:

“Kami harus mengurangi tekanan pada transportasi umum dengan melakukan lebih banyak kantor pusat dan dengan demikian mengurangi kontak.”

Menanggapi krisis COVID-19, partai-partai yang berkuasa di negara bagian timur Thuringia mengatakan mereka menunda pemilihan daerah yang dijadwalkan pada 25 April hingga 26 September, hari yang sama dengan pemilihan federal tahun ini.

Jerman awalnya mengelola pandemi lebih baik daripada tetangganya dengan penguncian ketat musim semi lalu. Tetapi telah terjadi peningkatan tajam dalam kasus dan kematian dalam beberapa bulan terakhir, dengan RKI mengatakan orang-orang tidak menanggapi virus dengan cukup serius.

Presiden RKI Lothar Wieler mengatakan pada hari Kamis pembatasan tidak dilaksanakan secara konsisten seperti pada gelombang pertama dan mengatakan lebih banyak orang harus bekerja dari rumah, menambahkan bahwa penguncian saat ini perlu diperketat.

Jerman memberlakukan penguncian parsial pada bulan November yang membuat toko dan sekolah tetap buka. Tapi itu memperketat aturan pada pertengahan Desember, menutup toko yang tidak penting, dan anak-anak belum kembali ke ruang kelas sejak liburan Natal.

Rumah sakit di 10 dari 16 negara bagian Jerman menghadapi kemacetan karena 85% tempat tidur unit perawatan intensif ditempati oleh pasien virus corona, kata Wieler.

Hanya sekitar 1% dari populasi Jerman, atau 842.455 orang, telah divaksinasi, lapor RKI.

Jerman telah mencatat 16 kasus orang dengan varian virus yang menyebar cepat yang pertama kali terdeteksi di Inggris dan empat dengan varian dari Afrika Selatan, kata Wieler, meskipun ia mencatat pengurutan gen sampel tidak dilakukan secara luas.

Wieler mengimbau masyarakat yang ditawari vaksinasi COVID-19 untuk menerimanya.

“Akhir tahun nanti pandemi ini sudah bisa dikendalikan,” ujarnya.

© Thomson Reuters 2021.